budidaya tomat

teknik budidaya tomat

Teknik Budidaya Tanaman Tomat

Tanaman tomat (lycopersicum esculentum) merupakan tanaman yang berasal dari benua amerika. Pada awalnya sebagian penduduk eropa menganggap tomat merupakan buah yang beracun. Kekhawatiran ini terus berlangsung sampai pada abad 19. Namun pada tahun 1821 penduduk Lousiana New Orleans menggunakan buah tomat untuk beberapa menu masakan. Berita ini tersebar dengan cepat ke berbagi penjuru, sampai saat ini tomat sudah menjadi kebutuhan dalam berbagai menu masakan, juga di Indonesia.

Teknik budidaya tomat tidak jauh berbeda dari cara budidaya tanaman cabe. Berikut beberapa cara teknik budidaya tanaman tomat:

  1. Persemaian benih
  2. Penyiapan lahan tanam
  3. Perawatan tanaman
  4. Pemupukan
  5. Pemanenan

Persemaian Benih

Benih yang disemai haruslah yang berkualitas dengan daya tumbuh minimal 80%. Benih tomat sebelum disemai, dilakukan pemeraman. Dengan cara membasahi atau direndam dalam air selama 10 menit. Kemudian benih tomat dibungkus dengan kertas koran atau kertas peram, diletakkan di bawah lampu dop selama 24 jam.

Kemudian benih yang sudah diperam tersebut dipindahkan ke media semai di polybag. Persemaian dilakukan selama kurang lebih 3 minggu atau sampai tanaman berdaun 3 sempurna.

Penyiapan Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan sebaiknya dibajak sedalam minimal 20 cm. Hal ini bertujuan untuk membalikkan tanah, menggemburkan dan memperbaiki aerasi tanah, kemudian tanah diratakan dengan cara digaru.

Bedengan dibuat dengan lebar 1 meter dan panjang disesuaikan dengan luas lahan. Sebelum dilakukan pemupukan dasar, tambahkan kompos sebanyak 20 ton/Ha. Sebagai pupuk dasar gunakan ZA 700 kg/Ha, KCL 300 kg/Ha dan SP-36 235 kg/Ha. Lalu ditutup dengan tanah lagi.

Untuk pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada saat siang hari, dengan cara membentangkan dan memberi pasak pada setiap sisi mulsa. Disarankan untuk menggunakan mulsa hitam perak, dengan posisi hitam di bawah dan perak di atas. Kemudian dibuat lubang tanam pada bedengan dengan jarak 60 x 60cm.

Perawatan Tanaman

Perawatan ini mencakup pemasangan lanjaran, pemangkasan cabang lateral, pengikatan dan pengendalian hama penyakit. Lanjaran dipasang pada tanaman tomat yang berumur 7-10 hari setelah tanam. Pemangkasan cabang lateral dilakukan pada tanaman tomat saat berumur 14 hari setelah tanam. Pengikatan dilakukan pada bagian bawah dan atas cabang Y pada lanjaran agar tanaman dapat tumbuh tegak. Lalu untuk mengendalikan hama penyakit dilakukan secara periodik berdasarkan tingkat serangan.

Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dilakukan pada saat tanaman mulai berumur 10 hst sampai 70 hst. Pemupukan susulan ini sangant penting untuk tanaman tomat agar nutrisinya tercukupi sampai panen.

Pemanenan Buah

Buah tomat dapat dipanen pertama kali sekitar umur 75 hst. Panen selanjutnya dilakukan selang 3-4 hari sekali sampai buah habis. Untuk pasar jarak jauh pemanenan dilakukan pada saat buah belum masak total (madan).

Kata Kunci Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>